Welcome to Siti Chapuung Badal's Blog °\(^▼^)/°

baca tuh yang bener ya (ˆ⌣ˆԅ)

Senin, 20 Februari 2012

Cerpen Remaja 2012 : Arti Sebuah Senyuman

kutipan dari  anekaremaja

Hujan turun begitu deras saat bunda pergi kedalam pelukan-Nya. Air mata tak bisa berhenti mengalir seperti hujan yang tak henti jatuh , saat kulihat wajah bunda yang tersenyum damai. Aku terus menatap mata bunda, mata yang selalu membuat diri ini tersenyum, tapi senyuman ku sekarang terkunci rapat. Hanya tangisan dan teriakan yang menyebut “BUNDA”. Seseorang yang tak a sing lagi datang menghampiriku seseorang yang dulu menggoreskan luka dihatiku dan yang lebih menyakitkan dihati bunda. Seseoranng itu adalah Ayahku sendiri yang meninggalkan kami disaat bunda sedang sakit gara-gara wanita yang membuatnya buta. Aku tak ingin dia menatap wajah bunda yang begitu suci tak ingin wajah bunda yang begitu damai bertemu dengan lelaki seperti dia yang telah membuat bunda semakin parah penyakitnya dan sampai bunda dibawa oleh yang di atas.

“pergi kamu jangan dekati bundaku”teriakku menghalangi tubuh bunda yang sudah kaku.
“tasya maafkan ayah ”dia berusaha memelukku tapi aku melepaskan pelukan itu
“ayah? ”aku tertawa kecut
“ayahku sudah mati, mati karena wanita lain sekarang aku anak yatim piatu. Anda puas”aku membentak dengan tangisan yang tak bisa dibendung.
“tasya sudahlah biarkan ayahmu melihat bundamu”ujar bibiku.

“tasya tak rela kalau orang ini melihat wajah bunda yang begitu damai, tasya tak mau bunda menangis bibi ”aku semakin menangis. Tubuhku lemas, dan “BRUGGG” tubuh lemahku terjatuh pingsan.
Aku melihat bunda begitu sehat tersenyum indah padaku memakai baju putih yang indah disebuah padang ruput yang hijau, aku berlari dengan senyuman. Tapi bunda semakin menjauh, aku mulai gelisah dan terus berlari tapi bunda terus menjauh aku mulai menangis dan aku terbangun , itu hanya mimpi. .
“tasya. . . kamu sudah sadar”Tanya bibiku
“bunda dimana?”tanyaku pada bibi. Dia memelukku dengan tangisannya
“tasya ibumu sudah dimakamkan, tasya kamu harus kuat dalam menjalani cobaan hidupmu. Bibi yakin kamu pasti bisa melewati ini semua”Bibi menangis membasahi bajuku. Aku tterdiam sekarang aku sendiri bunda sudah ada dalam pelukan-Nya. Maaf bunda Tasya tak bisa mengantar bunda . aku menangis bersama pelukan Bibi.

***
Sudah seminggu setelah bunda pergi, aku menjadi pendiam tak ada senyuman lagi dimulutku ini, tak ada keceriaan yang tampak diwajahku yang ada hanya kesedihan. Di sekolah aku menjadi penyendiri walau sahabat-sahabatku selalu menyemangatiku tapi itu tak bisa merubah segalanya.
“Tasya kamu mau ikut aku ketemu dengan Nugi, dia bawa temannya yang menurutku dia baik. Ayolah Sya ikut aku ya” ujar temanku yang menarik-narik tanganku.
Aku menghela napas “hah”.

“maaf Nita aku gag bisa, aku lagi gag mood”ujarku dengan wajah murung
Dia menarik tanganku.

“pokoknya kamu harus ikut, mereka nunggu kita di taman ” Nita memaksaku ikut , ya apa boleh buat aku pun mengikuti keinginannya.
Kita sudah sampai ditaman di tengah sekolah kami.
Terlihat dua orang pria yang tersenyum pada kita. Ku lihat Nita sangat senang bertemu sang pujaannya.

“hay maaf ya lama nunggunya”.
“kenalin ini temanku Tasya imutkan ?”
Mereka tersenyum
“hay aku Nugi pacar Nita”senyumnya sambil memberikan tangannya padaku
“tasya”ujarku yang tersenyum terpaksa

“aku Yudis temanya Nita dan Nugi”senyumnya yang juga memberikan tanganya
“tasya”kami pun bersalaman. Aku seperti orang bodoh berada ditengah tengah orang yang sedang saling jatuh cinta, aku iri nita tertawa lepas .sedangkan aku hanya diam tak ada yang bisa buat aku tersenyum seperti nita. Yudis mendekatiku dan memberikan selembar kertas yang berisi puisi
Arti Hidup
semuanya terasa begitu hamoa
tak ada lagi klasih sayang yang kurasakan
ini begitu sulit ini begitu asing bagiku

walking walking with together ( ื▿ ืʃƪ)






when i was been tenager


i have some memories all about us .. my lovely friend :)

checkitdooot :)




i love them so much :)

gue juga punya ni cerita lucu tentang mreka .. kalo  foto yang dibawah ini .. gue lagi ga ada dilokasi karena waktu itu gue masih ada kegiatan dikit disekolah .. hehehe

checkitdooot


hahahaahahaa

kalo ini kita-kita lagi dijemur sama pak sab .. soalnya udah jam matematika eh kita-kita telat masuk karena belum selesai makan mie sop di kantin :D ahahahahhahahaa




ini waktu si gendut ultah .. ups salah .. si liana maksudnya :D ..



about my fams ( ื▿ ืʃƪ)

hello all .. now you are page than you can knowing whose my fams ..
at bellow .. i just give the pictures and some info about them ..

let's we check it out (  ื▿ ืʃƪ)

first,, my lovely fams


second .. my parent (  ื▿ ืʃƪ)


nah ini namanya kak Nurul Husna .. kaka pertama gue (  ื▿ ืʃƪ)


selanjutnya ini abang gue .. namanya Azhar Muriza (  ื▿ ืʃƪ)



selanjutnya nyak sama babe ngelahirin anak ke 3 deh .. dikasih deh tu nama Azmi Abdul Rahman  (  ื▿ ืʃƪ)

  Cut Rachmania , kalo ini mah cerewet banget deh (  ื▿ ืʃƪ)


and than .. Muhammad Sabari  (  ื▿ ืʃƪ)



setelah ini baru gue  (  ื▿ ืʃƪ) hehehe


abis gue ya adek gue dongs .. Cut Nadia " anak paling malas sedunia " (  ื▿ ืʃƪ)



nah .. ini keluarga sederhana gue (  ื▿ ืʃƪ) ..  i love them so much (  ื▿ ืʃƪ)

Minggu, 19 Februari 2012

aisya aisya aisya

postingan kali ini gue lagi males banged ngapain-ngapain .. ribet banget :( 


mending gue kasih cerpen aja lagi ya, cerpen ini diambil dari kumpulan cerpen kompas
judulnye "

Pemanggil Bidadari

Kenangan itu seperti kotak-kotak kardus yang berserak. Seperti saat ini ketika kumasuki desa tempat Simbah Ibu tinggal.
Batu-batu jalan setapak seperti memuntahkan kembali rindu yang tiba-tiba mencuat seperti kancing yang lepas begitu saja dari baju seragam anak sekolah. Ketika kumasuki desa itu, malam mulai merapat pada warna jingga di cakrawala. Malam yang selalu menakutkan bagi anak-anak ketika ibu mereka memberi warna hitam pada sebuah hari di mana matahari sedang penat menampakkan cahayanya. Malam pada akhirnya selalu menjadi kutukan. Tak ada satu pun yang menyukai malam di desa itu, hanya Simbah Ibulah yang selalu menyukai waktu di mana semua pekat menjadi penguasa sebuah hari dan sunyi.



Aku tidak tahu sejak kapan aku panggil perempuan itu Simbah Ibu. Perempuan dengan guratan waktu yang penuh pada wajah berhamburan seribu damai di tiap kedip matanya yang bercahaya. Mata yang sebening cinta. Mata yang memberiku keberanian memberi makna kesetiaan utuh pada Semesta. Mata itu benar-benar mengajariku menjadi utuh, menjadi perempuan. Karena hanya menjadi utuh, seorang perempuan akan melahirkan anak-anak yang bahagia. Mata itu memberiku nama Ratri.

Rabu, 15 Februari 2012

Gallery

disini gue cuma mostingin foto-foto gue aja ..

foto apapun itu gue share disiinii :)




nah kalo ini foto bareng temen 1 kelas waktu SMK dlu :) ..


selanjutnya gue input foto ini aja deh ya :D

aduh fotonya ga bagus ni .. besok deh ya gue masukin lagi  ... (sip )